Ketika sebuah perusahaan menjadi besar biasanya pelayanannya akan merosot sejalan dengan kebesarannya. Karena pada saat tersebut jumlah pelanggan yang harus dilayaninya semakin bertambah banyak. Hubungan personal antara pelanggan dan perusahaan akan diganti dengan hubungan yang lebih non-personal. Pelanggan akan menjadi sekadar nomor-nomor. Pelanggan akan dikatagorikan menjadi pelanggan yang menghasilkan uang paling banyak bagi perusahaan dan yang tidak menghasilkan uang. Perusahaan akan menyimpulkan bahwa hanya 20% pelanggan menghasilkan uang baginya, sehingga pelayanan akan difokuskan pada kelompok itu. 80% pelanggan hanya mendapat perhatian kecil atau tidak sama sekali. Pada saat itu perusahaan sudah tidak khawatir lagi kehilangan pelanggan individual. Hal itu akan nampak dari perilakunya.
Sebaliknya perusahaan yang terlalu kecil kemungkinan besar mudah lari dari tanggungjawab karena merasa kecil dan tidak menjadi pusat perhatian.
Perusahaan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dan memiliki keinginan untuk berkembang dan maju, biasanya takut kehilangan pelannggan. Selama perusahaan takut kehilangan pelanggan, selama itu pula pelanggan akan diperlakukan dengan baik. Pelanggan akan memiliki nilai tawar yang seimbang dengan perusahaan, dan merasa senang dengan perlakuan yang istimewa. Itupun akan tercermin dari perilakukanya.
Para pelanggan dan pembeli bijaksanalah dalam memilih layanan atau produk dari perusahaan yang menjualnya.
Thursday, September 13, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment